English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, 2 December 2017

Mobil Yang Ramah Lingkungan Tapi Bertenaga


 
  Tesla adalah sebuah produsen mobil terkenal yang didirikan pada tahun 2003. Jika bertanya "mobil yang ramah lingkungan tapi bertenaga", jawabanya adalah mobil listrik. Tesla merupakan produsen mobil yang mengembangkan mobil listrik, mereka membuat mobil dengan mementingkan kualitas, desain, dan juga kemampuan. Jika pada sebelumnya saya membahas mengenai Bus Hidrogen, sekarang mari kita simak mengenai mobil listrik.

  Mobil listrik sudah dikembangkan sejak lama, namun pada masa lalu baterai yang memiliki ukuran besar atau kepadatan yang kurang, membuat kelemahan mobil listrik pada zaman itu. Semakin berkembangnya zaman sekarang mobil listrik ini sudah cukup banyak dan di Indonesia sendiri mobil listrik telah hadir seperti mobil keluaran Tesla. Tesla ini selalu mengeluarkan mobil yang bisa dibilang modern dan sport. Harga yang ditawarkan memanglah sangat mahal, dan kurang bersahabat dengan masyarakat Indonesia. Tapi tahukah kalian, bahwa mobil ini sangat ramah lingkungan dan lebih menghemat bahan bakar.

  Listrik adalah bahan bakar utama mobil ini, bila pada mobil biasa yang berbahan bakar fosil baterai seperti aki kering / basah sebagai stater, pencahayaan, dll. Tapi pada mobil listrik semuanya menggunakan listrik, baterai yang digunakan bukanlah aki kering / basah. Baterai yang digunakan mobil ini adalah baterai umum yang sering kita gunakan, yaitu contohnya yang digunakan pada mobil Tesla, mereka menggunakan baterai 18650. Kepadatan penyimpanan listrik DC pada baterai ini cukuplah padat, nah untuk jumlahnya itu sangatlah banyak, baterai ini disimpan pada dasar mobil dan berjumlah hingga ratusan baterai, atau mungkin ribuan.  
  Jika pada mobil bensin torsi yang dihasilkan harus diproses dengan rumit dengan perubahan rpm maka mobil listrik tidak perlu repot repot seperti mobil bensin, mekanik pada mobil listrik tidaklah rumit dan tidak memakan tempat. Proses awal dari mobil listrik yaitu perubahan listrik DC menjadi listrik 3 Phase, listrik 3 Phase adalah listrik yang digunakan untuk menggerakan motor Induksi. Perubahan listrik ini bisa disebut juga sebagai inverter, tapi bukan hanya inverter saja namun ada juga kontrolnya. Pengontrolan pada inverter ini diatur oleh pedal gas, hal tersebut mengakibatkan cepat lambatnya motor Induksi.

  Pengontrolan kecepatan ini sangatlah simpel yaitu dengan mengatur frekuensi listrik 3 phase pada inverter tadi, pengontrolan ini di atur oleh pedal gas, nah jadi semakin di tekan pedal gas makan frekuensi semakin besar. Jika frekuensi semakin besar maka mobil akan melaju cepat, lalu bagaimana dengan torsi ?. Jika bertanya berapa torsinya, jangan diragukan lagi, torsi motor Induksi ini sangatlah besar, jika kita mampir ke sebuah pabrik besar dan melihat mesin. Tentunya di pabrik besar tersebut tak lepas dari motor Induksi, dan cobalah kalian lihat sekuat apa motor Induksi. Motor Induksi ini memanglah kuat, itu dihasilkan oleh pergerakan elektromagnetik,  Dalam kehidupan sehari - hari apakah kalian pernah mencoba menyatukan magnet dengan kutub yang berbeda, pastinya kita sulit untuk menyatukannya. Nah itu sebanding lurus dengan torsi pada motor Induksi.

  Jika mobil bensin membutuhkan mekanik yang rumit dan torsi yang dihasilkan juga diproses oleh gigi pada mobil atau logika rpm pada mobil matic, tapi mobil listrik itu dari awal memiliki torsi yang tak berubah, dengan kecepatan pelan ataupun cepat torsi mobil listrik ini tidak berubah. Tapi mobil listrik memiliki 2 kelemahan yaitu : pengisian yang lama yaitu 1 jam lebih, dan mobil ini sangatlah mahal. tapi semua kelemahan itu bisa diatasi dengan kelebihanya yaitu : 3kali lebih hemat dari mobil bensin, torsi yang besar, perawatan yang mudah (karena mesinya hanya inverter dan motor Induksi). maka cukup sekian dari saya, terus kunjungi mytechnos.com ya.