English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, 25 January 2018

Sejarah Arduino | Si Kecil Berguna

Sejarah Arduino
Arduino diciptakan oleh Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David A. Mellis, dan Nicholas Zambetti di Ivrea, Italia pada tahun 2005. Bahasa Arduino merupakan fork (turunan) bahasa Wiring Platform dan bahasa Processing. Wiring Platform diciptakan oleh Hernando Barragan di tahun 2003 dan Processing dibuat oleh Casey Reas dan Benjamin Fry pada tahun 2001. Ardui memakai standar lisensi open source, menacakup hardware (skema rangkaian, desai PCB atau Printed Circuit Board), firmware bootloader, dokumen, serta perangkat lunak IDE (Integrated Development Environment) sebagai aplikasi programer board Arduino.
Agar mikrokontroler bisa berkomunikasi dengan IDE Arduino. pada mikrokontroler harus sudah terprogram boot loarder pada blok memori flash. Semua produk Arduino secara default sudah terinstal boot loader dan dapat diprogram berulang kali. Modul Arduino yang sudah dirilis sejak tahun 2009 di antaranya Diecimila, Uno, Duemilanove, Nano, Mega, Lilypad. Setiap modul menggunakan seri mikrokontroler yang berbeda. 
Arduino UNO

Pada 2011, Ardino, berkejasama dengan Google dan Sparkfun, meluncurkan produk turunan Arduino, yaitu modul Android ADK (Android Developement Kit) dan IOI ("yo-yo"), dengan menyertakan fitur native dari OS Android untuk dukungan komunikasi ke perangkat Arduino, serta pemrogram dapat dilakukan melalui aplikasi ADK dengan bahasa java, dan untuk koneksi data melalui port USB Host bertipe mini USB
Arduino ADK Mega

Bahasa Arduino merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman wiring platfrom dengan struktur bahasa yang lebih sederhana dari bahasa C. Bahasa sketch dapat pula digabungkan dengan bahasa Wiring, atau bahasa native mikrokontroler keluarga AVR, seperti pada IDE Codevision AVR atau WinAVR.

Dalam paket perangkat lunak IDE Arduino disertakan pula berbagai pustaka dengan fungsi yang spesifik. MIsalnya, pustaka EEPROM untuk dapat membaca dan memasukan data di blok memori EEPROM, dan pustaka SD untuk akses baca tulis memori SD Card. Pemrogram dapat menambahkan pustaka non-officialArduino, ang dikembangkan oleh komunitas Arduino, meskipun kadang kala beberapa pustaka sudah tidak kompatibe dengan IDE Arduino versi terbaru akibat adanya perubahan rules pada class yang dipakai pustaka tersebut.


Sekian saja Sejarah mengenai Arduino


Terimakasih sudah berkunjung.

0 comments:

Post a Comment

close