English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, 10 September 2018

Pneumatik Mengendalikan 2 Silnder A+ B+ B- A- Cascade Dan Elektro Pneumatik

  Pneumatik merupakan sebuah pemanfaatan udara sebagai alat geraknya, nah yang akan kita bahas kali ini merupakan sebuah job yaitu dengan 2 silinder yang diberi nama A dan B. Dengan urutan majunya yaitu A+ B+ B- A- , meski terlihat mudah namun ada metode tertentu untuk merangkainya jika hanya memanfaatkan pneumatik murni, yaitu dengan metode cascade. Metode ini akan memisahkan sebuah jaringan udara mejadi 2 atau lebih untuk menghindari tabrakan udara. Sebenarnya untuk mempermudah pemahaman soal cascade tidak cukup dengan kata - kata di blog ini, namun harus juga di simulasikan di FluidSim yaitu software simulasi pneumatik. Yang bisa di download DISINI.

  Penggunakan metode cascade ini sangat berguna bila kita membutuhkan kerja silinder yang memungkinkan angin bertabrakan yang membuat katup tidak bergerak. Nah untuk pertama berikut rangkaian untuk kerja silinder A+ B+ B- A-
  Untuk pemahaman sendiri saya belum mampu menjelaskan prinsip rangkaian karena setiap orang memiliki pemahamannya masing masing, maka dari itu software simulasi pneumatik sangat dibutuhkan untuk mempermudah pemahaman, tapi saya akan jelaskan sedikit mengenai rangkaian diatas yaitu dalam rangkaian diatas bahwa ada 2 jalur angin yaitu untuk memajukan Silinder A dan juga B lalu jalur satunya lagi untuk memundurkan Silinder B, entah kalian mengerti atau tidak, lebih baik kalian simulasikan saja hehe.

  Nah jika tadi ada meggunakan pneumatik murni tanpa ada campur tangan yang lain, yang satu ini adalah rangkaian untuk elektro pneumatik yaitu gabungan antara rangkaian pneumatik dan pengendali listrik.
  
  Sama halnya dengan di atas bahwa rangkaian itu sulit dijelaskan dengan kata kata, maka dari itu silahkan kalian cobalah simulasikan di softwarenya dan amati dengan perlahan, pada rangkaian di atas ini saya menggunakan 4 relay, sebenarnya kalian juga dapat menghemat penggunaan relay, namun itu tergantung dari penggunaan logika kita sendiri, karena rangkaian elektro pneumatik ini memiliki banyak cara dengan hasil yang sama tergantung dari otak kita bekerja.

  Jika kalian bisa mengamatinya dengan baik tanpa ada ganguan atau dalam kondisi tenang saya yakin kalian bisa memahami rangkaian di atas. Sekian dari saya dan terimakasih semoga membantu Terimakasih

2 comments:

  1. Rangkaian elektro pneumatikna ribet pisan lah :v padahal aya nu lewih simpel :b

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi emang kaya gitu, pemikiran beda beda soalnya wkwkwwk

      Delete