English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, 13 September 2018

Pneumatik Mengendalikan Silinder A+ A- B+ B- Cascade Dan Elektro Pneumatik

  Pneumatik merupakan sebuah pemanfaatan udara sebagai alat geraknya, nah yang akan kita bahas kali ini merupakan sebuah job yaitu dengan 2 silinder yang diberi nama A dan B. Dengan urutan majunya yaitu A+ A- B+ B- . meski terlihat mudah namun ada metode tertentu untuk merangkainya jika hanya memanfaatkan pneumatik murni, yaitu dengan metode cascade. Metode ini akan memisahkan sebuah jaringan udara mejadi 2 atau lebih untuk menghindari tabrakan udara. Sebenarnya untuk mempermudah pemahaman soal cascade tidak cukup dengan kata - kata di blog ini, namun harus juga di simulasikan di FluidSim yaitu software simulasi pneumatik. Yang bisa di download DISINI

 Penggunakan metode cascade ini sangat berguna bila kita membutuhkan kerja silinder yang memungkinkan angin bertabrakan yang membuat katup tidak bergerak. Nah untuk pertama berikut rangkaian untuk kerja silinder A+ A- B+ B- .

  Cara kerja dari rangkaian di atas adalah membedakan 2 jalur yang keduanya memiliki fungsi yang berbeda, jalur tersebut merupakan NO dan NC dari katup 5/2 . coba perhatikan katup 5/2 atau kita sebut saja katup inti yang membuat 2 jalur tersebut dan disana jalur no 2 akan mengarahkan ke push button untuk memajukan silinder 1, lalu ketika silinder A maju mengenai limit switch B ia akan memindahkan posisi katup inti dan langsung memundurkan kembali silinder 1, setelah itu ketika limit switch A tertekan maka silinder 2 akan maju dan terakhir ketika limit switch C tertekan maka posisi katup inti ini akan kembali semula dan membuat silinder mudur.

  Jika tadi mengenai rangkaian nah yang kali ini adalah rangkaian elektro pneumatik dari A+ A- B+ B- , untuk elektro pneumatik ini saya tidak terlalu bisa menjelaskan karena di rangkaian elektro pneumatik ini memiliki banyak cara. Rangkaian elektro pneumatik ini memang memiliki banyak pendapat dibandingkan pneumatik murni, karena itu rangkaian elektro pneumatik yang saya berikan lebih baik kalian analisa sendiri menggunakan software simulasinya di atas.

Mungkin cukup sekian yang saya berikan, semoga bermanfaat dan terimakasih. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan ditanyakan saja

0 comments:

Post a Comment